Kamis, 06 Februari 2014

MAKRIFAT CINTA SUCI


Duhai yg Ku Cinta,
"Pada Saat Itu Pulalah Perpisahan CINTA diantara Kita Pun dimulai & Taqdir Kerinduan pun Mulai Turun dikala Ku Pergi Seorang Diri hanya dgn dibekali CINTA dariNYA. 

Tangis & Derai Air Mata pun Hanyut Terbawa disaat Pandangan Kita Saling Menjauh, dikala Lambayan TanganKu Mulai Tak Terlihat Lagi yg Terhalang oleh Beberapa Hijab. Ku Bersyukur dapat Menghantarkan CINTAMu Kpd Tempat yg Sebenarnya Kalian Harus Dapatkan.

 Penantian Demi Penantian pun Seakan Lama dirasa oleh Para Pecinta hingga Ku Berkata didalam BathinKu Saat Itu : "Ada Kalanya CINTA Itu Bersatu & Ada Kalanya Kita Berpisah Tuk Saling Merindu".

 Ingatlah Kisah & Perjalanan CINTA Kita Dahulu yg Pernah Sama-sama Terukir Indah Walaupun dgn Tangis & Tawa sbg Hidangan CINTA Kita, maka Itu Tinggallah Kalian ditempat yg Tenang & Aman Itu Karena Ku Tinggalkan Kalian Sebab Ku Mengemban Tugas Mulia dari Sang Pemberi Cinta"



"Ku Bahagia ketika Kalian Damai didalam CintaNYA agar Kalian pun Bisa Sepuasnya Merindu & Menanti KedatanganKu Kembali. 

Pada Saat Itulah Ku Bernasib spt Jibril saja, yg Selalu Naik & Turun dari 7 Petala Langit ke Bumi Kemudian Naik Kembali Ke Langit Tadi Sambil Membawa Para Pecinta yg sama spt Kalian Tuk Ku Hantarkan kpd Sang Pemberi CINTA, agar Mereka pun dapat Bernasib Indah Sama spt Kalian yg Sudah Damai didalam Naungan CINTANYA. 

Terkadang Ku Kehausan, Terkadang Ku Kelelahan & Terkadang Ku Singgah Sebentar diperjalanan, Namun disaat Ku Sadari akan Waktu UsiaKu yg Cukup Singkat di Alam Ini, maka Seringkali Keringat yg Bercucuran Pun Ku Lupa Tuk Mengelapnya"

"CINTAKu Ini Bukanlah Suatu Pengorbanan Kpd Siapapun, Karena CINTAKu sudah Tak Mengenal Kalimat Pengorbanan Lagi Tetapi Ku Hanya Butuh akan Pembuktian yg Nyata. Sampai Duka Lara & Derita disepanjang 

Perjalanan Menaikan Para Pecinta ke Langit Nan Tinggi Itu Seakan Menjadi Suka Cita & Senyum Bahagia, Itulah Buah Karya Indah dari CINTA yg Telah diciftakanNYA, hingga Ku Tak Memperdulikan DiriKu ditaqdirkan Apa oleh Sang Pemberi CINTA Itu, Namun yg Ku Tahu Bahwa Persembahan CINTA yg Terindah Harus Ku Berikan Kpd Sang Pemberi CINTA SUCI Itu"

"Ku Lahir Melalui CINTA Lalu Ku Hidup didalam CINTA Kemudian Ku Belajar Hidup Melalui CINTA. Alam Semesta Ini adalah TubuhKu, Pabila Ada yg Menyakitinya maka DiriKu Pun Turut Merasakannya Jua. Maka Itu, Jagalah Alam Ini agar Tetap Lestari & Selalu Tersenyum Indah"

"Air Hujan adalah JiwaKu yg Selalu Tawar & Menurunkan RahmatNYA Keseluruh Pelosok Negeri yg Membutuhkannya, Walaupun JiwaKu Ini Banyak Belajar dari Asinnya Air di Lautan Samudera Lepas namun JiwaKu Tetap Terasa Tawar agar RahmatNYA dapat Hadir Bersama Turunnya Air Hujan Itu. Semoga Kita Bisa Bersama-sama Tuk Menurunkan RahmatNYA ditempat-tempat yg Tepat"

"Matahari adalah RuhKu yang Terkadang dapat Menghangatkan dari Dinginnya CINTAMu, yg dapat Menceriakan dari Kelamnya CINTAMu Terdahulu & yg dapat Memberikan Pencerahan pada Gelapnya Kepahaman CINTA yg 

Berasal dari NafsuMu Itu. Ketahuilah, CINTA SUCI Itu Berasal dari Ruh Ini, Karena hanya Ruh Ini yg dapat Mengenal Baik Kpd Sang Pemberi CINTA Sejati, yakni : IlaaHiy Robbiy... A'thiniy MahabbataK Taaman Taaman Taaman, Ya IlaaHiy Bimbinglah & Berikanlah MahabbahMU KpdKu yg Sempurna Sempurna & Sempurna yg Telah Engkau Sempurnakan

Ki Mas Danqow

Tidak ada komentar:

Posting Komentar